BPRS - MARS BANKING SYSTEM
Fitur Utama Core Banking System (CBS) Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)
1. Customer Information File (CIF) — Data Nasabah
Fitur dasar untuk mengelola identitas nasabah sesuai prinsip KYC.
Fungsi utama:
-
Pembuatan CIF nasabah
-
Penyimpanan data identitas:
-
KYC (Know Your Customer)
-
Profil risiko nasabah
-
Screening blacklist
-
Relasi nasabah dengan akad dan produk
Catatan khusus BPRS:
Harus mendukung profil akad syariah nasabah.
2. Modul Simpanan Syariah (Funding)
Digunakan untuk produk simpanan berbasis akad syariah.
Produk simpanan:
Tabungan Syariah:
Deposito Syariah:
Fitur utama:
-
Pembukaan rekening simpanan syariah
-
Perhitungan bagi hasil
-
Nisbah (rasio bagi hasil)
-
Distribusi bagi hasil otomatis
-
Perpanjangan deposito (ARO)
-
Rekening dorman
-
Penutupan rekening
3. Modul Pembiayaan Syariah (Lending Syariah)
Modul paling penting dalam BPRS.
Produk pembiayaan:
Akad Jual Beli:
Akad Sewa:
-
Ijarah
-
IMBT (Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik)
Akad Bagi Hasil:
Akad Sosial:
Fitur utama:
-
Input permohonan pembiayaan
-
Setup akad syariah
-
Perhitungan margin/bagi hasil
-
Jadwal angsuran
-
Monitoring kolektibilitas
-
Restrukturisasi pembiayaan
-
Pelunasan pembiayaan
Catatan penting:
CBS harus mampu membedakan:
-
Margin
-
Bagi hasil
-
Ujrah (fee)
Karena tidak menggunakan bunga.
4. Modul Teller / Kas
Digunakan untuk transaksi harian.
Fitur utama:
-
Setoran tabungan
-
Penarikan tabungan
-
Pembayaran angsuran pembiayaan
-
Transfer internal
-
Validasi transaksi
-
Cash balancing
-
Open/Close teller
5. Modul Akuntansi Syariah & General Ledger
Akuntansi BPRS berbeda dari konvensional.
Harus mengikuti PSAK Syariah.
Fitur utama:
-
Posting jurnal otomatis
-
Buku besar (GL)
-
Pencatatan akad syariah
-
Neraca syariah
-
Laporan laba rugi syariah
-
Rekonsiliasi
-
Closing harian
6. Modul Bagi Hasil (Profit Sharing Engine)
Ini adalah fitur khusus BPRS.
Fungsi utama:
-
Perhitungan bagi hasil
-
Pengelolaan nisbah
-
Distribusi keuntungan
-
Perhitungan bagi hasil tabungan
-
Perhitungan bagi hasil deposito
7. Modul Manajemen Pembiayaan Bermasalah
Penting untuk mengelola risiko pembiayaan.
Fitur utama:
-
Monitoring tunggakan
-
Pengelompokan kolektibilitas
-
Reminder jatuh tempo
-
Restrukturisasi pembiayaan
-
Monitoring NPF (Non Performing Financing)
8. Modul Pelaporan Regulator
Wajib bagi seluruh BPRS.
Pelaporan ke:
-
Otoritas Jasa Keuangan
-
Bank Indonesia
-
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Jenis laporan:
-
Laporan OJK
-
Laporan SLIK
-
Laporan APU-PPT
-
Laporan pembiayaan
-
Laporan keuangan syariah
9. Modul APU-PPT / AML Syariah
Digunakan untuk pencegahan pencucian uang.
Fitur utama:
-
Monitoring transaksi mencurigakan
-
Customer risk profiling
-
Screening blacklist
-
Pelaporan STR
Terhubung dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.
10. Modul Customer Service
Digunakan oleh petugas layanan.
Fitur utama:
-
Pembukaan rekening syariah
-
Perubahan data nasabah
-
Penutupan rekening
-
Cetak dokumen akad
-
Informasi produk syariah
11. Modul Audit Syariah & Kepatuhan
Fitur penting dalam BPRS.
Fitur utama:
-
Audit trail
-
Monitoring kepatuhan syariah
-
Dual control
-
Pengawasan transaksi syariah
Biasanya mendukung pengawasan oleh:
-
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia
12. Modul Document Management System (DMS)
Digunakan untuk dokumen akad.
Fitur utama:
-
Penyimpanan dokumen akad
-
Dokumen pembiayaan
-
Arsip digital jaminan
-
Scan dokumen nasabah
13. Modul Mobile Collection (Kolektor)
Sangat penting untuk BPRS lapangan.
Fitur utama:
-
Input pembayaran angsuran
-
Sinkronisasi ke CBS
-
Mode offline
-
Tracking kolektor
14. Modul Notifikasi
Untuk komunikasi dengan nasabah.
Fitur:
-
SMS reminder jatuh tempo
-
Notifikasi angsuran
-
Informasi bagi hasil
-
Pengingat tunggakan
Fitur Khusus yang Harus Ada di CBS BPRS
Berbeda dari BPR konvensional, BPRS wajib memiliki:
-
Engine Akad Syariah
-
Perhitungan Nisbah
-
Distribusi Bagi Hasil
-
Akuntansi Syariah
-
Laporan Syariah
-
Monitoring Kepatuhan Syariah